
Gunung Merbabu
Gunung Merbabu merupakan gunung berapi yang terletak di tiga kabupaten.
Di lereng sisi sebelah barat berada di wilayah Kabupaten Magelang, sementara di lereng sebelah timur berada di wilayah Kabupaten Boyolali dan lereng sebelah utara berada di wilayah Kabupaten Semarang.
Gunung dengan ketinggian mencapai 3.145 Mdpl ini menyimpan pesona wisata alam yang menakjubkan sehingga menjadi salah satu tujuan favorit untuk aktifitas pendakian. Julukan yang popular di kalangan pendaki yaitu Merbabu (Selalu Bikin Rindu) atau Merbabu (Menanti Restu Bapak Ibumu)
Gunung Merbabu adalah satu bukti bahwa Tuhan itu memang Maha Hebat. Sebuah kebahagiaan tersendiri bisa menikmati secuil keindahan yang telah diciptakanNya
Fakta Seputar Gunung Merbabu
Ada 3 puncak utama yang bisa dijelajahi di Gunung Merbabu, yaitu Puncak Trianggulasi, Puncak Kentengsongo dan Puncak Syarif. da 3 jalur pendakian utama yang bisa digunakan untuk mencapai puncak Gunung Merbabu, yaitu melalui Selo, Cunthel dan Wekas. Melalui jalur Selo, para pendaki akan menyaksikan padang rumput yang dipenuhi oleh bunga Edelweis yang sangat indah.Dari ketinggian puncak Gunung Merbabu akan terlihat panorama gunung-gunung di Jawa Tengah yang begitu menakjubkan.Jaraknya yang cukup dekat dengan Gunung Merapi menjadikan Gunung Merbabu bisa dijelajahi melalui jalur yang sama ketika mendaki Gunung Merapi, yaitu melalui Selo.Keindahan sunrise di Gunung Merbabu sangat indah dan menakjubkan.Jembatan setan merupakan jalur pendakian di Gunung Merbabu yang sangat ekstrem dengan kondisi medan yang sangat terjal. Jalur ini akan dilewati sebelum mencapai Kentheng Songo.
Banyak Ditemukan Bunga Edelweiss
Bunga abadi, atau bunga edelweiss, juga dapat ditemukan dengan mudah di Gunung Merbabu. Memiliki warna putih dan lembut, bunga ini sering menjadi teman foto para pendaki. Karena di dataran rendah tanaman jenis ini cukup sulit ditemukan. Namun jangan sampai dipetik ya.
Terdapat Savana yang Luas
Beberapa gunung memang memiliki savana yang indah, begitupun dengan Gunung Merbabu. Hamparan padang rumput tentu saja menjadi pemandangan yang ‘mahal’ bagi orang kota. Di Gunung Merbabu sendiri terdapat tiga wilayah savana yang dapat ditemui. Pemandangan ini dapat ditemukan ketika melakukan perjalanan melalui jalur Selo.
Mitos Kawasan Gunung Merbabu
Harimau Jadi-Jadian
Mitos yang beredar menyebutkan bahwa di sekitar Gunung Merbabu kadang terdengar suara auman harimau namun wujud harimau tersebut tak terlihat.Banyak yang meyakini bahwa suara tersebut merupakan harimau jadi-jadian. Namun masyarakat setempat membantah bahwa mahluk gaib tersebut sudah tidak ada lagi. Meski begitu di tahun 2008 silam ditemukan sosok wanita yang tewas dengan luka menyerupai terkaman harimau di kawasan hutan Gunung Merbabu. Watu Gubug
Batu bertumpuk yang mirip dengan gua kecil di jalur pendakian Thekelan ini sering disebut dengan istilah Watu Gubug. Konon lokasi ini menjadi pintu gerbang kerajaan gaib di Gunung Merbabu.
Salah satu keunikan Watu Gubug adalah ukuran gua yang cukup sempit tersebut ternyata mampu menampung 5 orang di dalamnya.
Lokasi ini sering digunakan sebagai tempat berlindung ketika hujan turun atau terjadi badai.Konon gua yang bisa dimasuki oleh beberapa orang tersebut menunjukkan bahwa penjaga kerajaan gaib mengijinkan manusia memasuki alam mereka.Karena mereka juga bisa menolak kehadiran manusia yang tidak dikehendaki.
Pasar setan
Keberadaan pasar setan di kawasan pegunungan memang diyakini ada dan bahkan sering dirasakan secara langsung oleh para pendaki.Konon di pasar setan Gunung Merbabu sering muncul gangguan makhuk halus yang ikut naik ke atas punggung atau tas pendaki hingga ke puncak gunung.Akibatnya pendaki akan merasa semakin berat membawa tas bawaannya meskipun sebenarnya barang yang dibawa tidak seberapa.Biasanya hal ini dialami oleh mereka yang suka mengeluh selama di perjalanan. Jadi, stop mengeluh!
Penampakan Genderuwo
Di jalur pendakian juga sering terlihat penampakan makhluk halus yang tinggi besar atau lebih dikenal dengan nama Genderuwo.Beberapa pendaki pernah melihat penampakannya ketika berada di Pos Bayangan 2 jalur Cunthel.Agar perjalanan tetap nyaman, sebaiknya tidak bersikap sembrono selama di perjalanan, tetap berhati-hati dan jaga lisan dengan perkataan yang baik.
Kerajaan gaib di puncak
Masyarakat setempat meyakini jika di puncak Gunung Merbabu terdapat kerajaan gaib dengan prajurit berseragam merah dan hijau.Sehingga sangat disarankan bagi para pendaki untuk tidak mengenakan pakaian dengan warna merah atau hijau untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tersesat, kecelakaan, atau bahkan kerasukan.
Jalur Pendakian Gunung Merbabu
Jalur Pendakian Via Selo
Jalur pendakian melalui Selo terbilang cukup ramai karena banyak pendaki yang memilih jalur pendakian ini.Namun begitu sebaiknya para pendaki membawa bekal air minum yang cukup dari basecamp karena minimnya sumber air di sepanjang jalur pendakian.Pendakian dimulai dari gerbang selamat datang di Taman Nasional Gunung Merbabu kemudian memasuki kawasan hutan dengan kondisi jalanan yang masih cukup landai hingga sampai ke Pos 1 dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Dari Pos 1 menuju ke Pos 2 belum begitu curam namun ada satu tanjakan yang cukup terjal dan puncaknya ketika di Pos Bayangan. Dari Pos 2 ke Pos 3 hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit hingga sampai ke Watu Tulis (Pos 3) dengan pemandangan yang indah di depan mata.
Menuju ke Pos 4 perjalanan akan semakin berat karena kondisi tanahnya yang terjal dan licin. Sebaiknya pilih jalur sebelah kiri untuk mendapatkan pegangan ketika berjalan.Di pos ini para pendaki bisa mendirikan tenda karena kondisi tanahnya yang datar dengan pemandangan yang sangat indah.Menuju ke Pos 5 tanjakan tidak seterjal sebelumnya, namun hembusan angin cukup kencang terutama di malam hari.Jika menginginkan view sunrise yang luarbiasa, para pendaki bisa bangun jam 3 pagi dan menyiapkan diri untuk mencapai puncak dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam.Jalur ini memiliki keistimewaan karena sunrise bisa dinikmati di sepanjang perjalanan.
Jalur Pendakian Via Cunthel
Jalur di Desa Cunthel ini sudah memiliki tanda penunjuk arah sehingga memudahkan pendaki untuk menjelajahi hingga ke puncak. asecamp terletak di perkampungan dan para pendaki bisa mengisi persediaan air untuk bekal perjalanan.Selanjutnya perjalanan dimulai dengan melewati perkebunan penduduk yang mulai menanjak hingga di perbukitan.Setelah 30 menit perjalanan akan sampai di Pos 1, perjalanan selanjutnya menuju ke Pos Bayangan 2 yang terdapat bangunan untuk berteduh.Perjalanan dilanjutkan menuju ke pos Pemancar dengan jalur terbuka yang didominasi alang-alang.Di Pos ini terdapat batu-batu dengan ukuran besar sehingga bisa digunakan untuk berlindung ketika terjadi angin kencang.Selanjutnya menuju ke jalur turunan Pos Helipad dengan pemandangan Gunung Kukusan di sebelah kanan dengan kawah berwarna putih dan di sebelahnya terdapat mata air.Perjalanan selanjutnya cukup ekstrem dengan tanjakan yang sangat terjal dan kanan kiri jalan berupa jurang.Tanjakan ini sering disebut dengan Jembatan Setan, salah satu treck tersulit yang harus dilewati.Selanjutnya akan tiba di persimpangan, arah kiri ke Puncak Syarif sementara arah kanan menuju ke Puncak Kenteng Songo.
Jalur Pendakian Via Wekas
Jalur ini sangat populer karena jaraknya lebih dekat dan banyak sumber mata air, terutama di Pos 2 yang sering digunakan untuk berkemah.Sepanjang perjalanan para pendaki akan menjumpai ladang perkebunan milik warga. Di Pos 1 terdapat sebuah balai untuk beristirahat dan juga beberapa warung.
Selanjutnya perjalanan menuju ke Pos 2 membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur yang mulai menanjak dan terjal.Dari Pos 2 terjapat jalur dengan dua buah aliran sungai yang membentuk air terjun bertingkat sehigga menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa apalagi dengan background puncak-puncak Gunung Merbabu yang begitu menakjubkan.Dari ketinggian puncak Gunung Merbabu para pendaki akan disuguhi dengan pemandangan alam yang begitu mempesona, seketika lelah dan penat pun menghilang.Dari ketinggian akan terlihat gunung-gunung yang seolah mengelilingi Merbabu. Jika di sisi sebelah selatan terlihat kokohnya Gunung Merapi, maka di sebalah barat terlihat Gunung Sumbing dan Sindoro dengan keindahannya.Di sisi sebelah utara terlihat Gunung Ungaran, Gunung Andong, dan Gunung Telomoyo, sementara pada sisi sebelah timur terlihat Gunung Lawu yang sedikit samar.
Jalur Suwanting
Jalur terletak di dusun suwanting desa banyuroto kecamatan sawangan kabupaten magelang. Jalur ini memiliki 3 pos (pos lembah lempung, pos shelter bendera, dan pos ndampo awang). Pendaki dapat mendirikan tenda di pos 2 dan 3 karena lokasinya cukup luas. Di jalur ini pendaki tidak perlu khawatir kekurangan air karena sepanjang jalur pendakian memiliki 3 pos air yang bisa di konsumsi, pos air terletak di bawah lembah cemoro, lembah manding, dan terakhir di bawah pos 3.
Setelah dari pos 3 pendaki akan melewati sabana yang menyejukan jika berkunjung pada musim penghujan atau kisaran bulan mei sampai agustus pendaki akan menemui padang rumput berwarna hijau.
Flora dan Fauna di Gunung Merbabu
Fauna yang terdapat di Gunung Merbabu antara lain monyet ekor panjang, ayam alas atau ayam hutan yang sering kita jumpai jika musim kemarau saja. Dan terdapat juga fauna yang menjadi ciri khas Gunung Merbabu dan termasuk hewan langka yang hampir punah di Indonesia yaitu rekrekan, rek-rekan adalah sejenis monyet yang hanya tinggal di Gunung Merbabu dan Gunung Slamet saja dan jenis monyet ini mempunyai ciri bulu dada berwarna abu-abu, fauna ini sering di gunakan sebagai objek penilitian mahasiswa-mahasiswa dari latar belakangnya dan perkembangbiakannya. Hewan ini lebih banyak di jumpai di pos 2 sebagai habitatnya. Selain hewan rek-rekan terdapat juga lutung budeng yaitu semacam monyet yang mempunyai ciri-ciri hitam dan besar. Terdapat juga elang jawa namun jarang dijumpai jika musim-musim badai seperti ini. Terdapat juga burung jalak yang memiliki lingkar kuning di sekitar matanya. Burung ini sering sekali muncul untuk menjumpai para pendaki ataupun memberi petunjuk pendaki untuk sampai ke puncak. Untuk masalah pemburu di kawasan Taman Nasional ini jarang terjadi setelah di resmikannya menjadi Taman Nasional.
Flora yang terdapat di Gunung Merbabu antara lain pohon pinus yang sering menjadi tanaman untuk program tanam seribu pohon para pendaki maupun perhutani, selain itu di awal masuk kawasan Taman Nasional akan dijumpai tumbuhan puspa. Setelah itu terdapat juga pohon cemara yang sering disebut cemara gebel oleh penduduk setempat, pohon lotro, pohon bintani yang apabila pohon itu sudah tumbang entah terkena badai atau lapuk bisa dipergunakan untuk barang perabotan rumah tangga seperti kursi maupu meja. Saat pendaki mulai memasuki pos 4 atau sabana 1 akan banyak dijumpai bunga edelweis dan pucuk merah yang bermekaran memenuhi sabana 1 dan sabana 2 dan tidak boleh dipetik menurut perundang-undangan perhutanan tahun 1990 yang berbunyi ‘’dilarang memetik atau mengambil seluruhnya flora maupun fauna yang terdapat di kawasan Taman Nasional’’. Apabila pada saat mekar-mekarnya bunga-bunga tersebut, polisi perhutanan mengadakan penggledahan atau pemeriksaan terhadap barang-barang yang di bawa dan apabila terdapat para pendaki yang memetik atau membawa pulang flora tersebut maka akan dilakukan tindakan tegas.


GEJALA ALAM DI GUNUNG MERBABU
Gejala alam yang sering terjadi di Gunung Merbabu adalah badai karena wajar apabila gunung dengan ketinggian di atas 3000 mdpl mengalami badai sehingga para pendaki di harapkan tidak hanya mempersiapkan logistik saja tetapi fisik juga harus siap karena alam tidak bisa di lawan. Gejala lain adalah kebakaran yang sering terjadi apabila musim kemarau entah itu dari para pendaki yang saat memadamkan api unggun tidak benar-benar padam ataupun dari penduduk setempat yang apabila mengambil rumput ataupun ranting pada pohon biasanya membersihkan tempat tersebut dengan cara di bakar dan langsung di tinggalkan. Biasanya polisi perhutanan menangkap pelaku jika sampai berakibat fatal yaitu tidak disengaja 5 tahun penjara dan apabila di sengaja 10 tahun penjara.
Penanggulangan sampah G.Merbabu
Para pendaki tidak mungkin tidak membawa sampah organik maupun non organik saat muncak, pasti disitu banyak juga sampah yang berserakan atas perbuatan pendaki yang tidak peduli terhadap alam. Oleh sebab itu terdapat t empat tersendiri untuk pembuangan sampah yaitu di dekat basecamp sehingga para pendaki diharapkan untuk membawa trashbag atau kresek untuk menyimpan sampah-sampah saat pendakian dan dibuang saat turun ke bawah atau basecamp. Dengan ini tidak hanya menguntungkan terhadap kelestarian alam tetapi juga kepada manusia itu sendiri dengan cara mendaur ulang sampah hasil pendaki untuk dijadikan bahan yang bernilai ekonomis. Tidak hanya itu para pendaki biasanya melakukan acara bersih gunung sebagai wujud peduli terhadap alam yang biasanya diikuti 200 orang lebih. Dan direncanakan pada tahun 2017 ini dinas kebersihan akan mengadakan daur ulang plastik yang akan diolah bersama sampah-sampah organik lainnya.
Harapan pengelola G.Merbabu
Para pengunjung atau para pendaki untuk selalu menjaga kelestarian alam entah itu dari flora ataupun fauna dan pada tahun ini akan diadakan identifikasi pengunjung untuk kuota pendakian atau sistem booking agar termonitor keselamatan pengunjung dan kelestariannya dengan penerimaan pajak dan juga standarisasi untuk pendaki yang tidak membawa perlengkapan standart dengan tidak diperkenankan naik jadi para pegunjung harus melalui filterisasi.
Untuk para pendaki untuk tidak memaksakan diri ataupun sungkan atau malu untuk bilang ‘’capek’’ kepada rombongannya karena akan berakibat fatal. Para pemecah rekor 7 gunung tertinggi di dunia pun sering beristirahat dengan jarak 100 meter per istirahat untuk penyesuaian.
Sumber : https://nyero.id/gunung-merbabu/




