Cara Membuat Plugin WordPress

Kalau kita membayangkan sebuah plug in WordPress itu hanya bisa dibuat oleh developer wordPress tingkat tinggi, karena dalam bayangan kita memang terasa sulit sekali untuk membuat plug in untuk WordPress.

Tapi ternyata untuk membuat plug-in wordPress itu sangat mudah. Tetapi mudah di sini tergantung dari kemampuan plug in tersebut. Kalau hanya untuk fungsi sederhana misalkan menambahkan konten pada bagian halaman depan itu masih mudah dan bisa dikerjakan.

Yang ingin saya bahas disini adalah dasar pembuatan plug in WordPress secara mudah.

Pengetahuan yang diperlukan adalah

  1. Kemampuan dasar PHP
  2. Pengetahuan tentang wordpress meliputi folder dan nama file
  3. Pengetahuan tentang HTML

Sudah hanya itu saja, kamu bisa membuat plug in WordPress sesuai dengan kebutuhan kamu dan nanti bisa kamu kembangkan sejalan dengan banyaknya pengetahuan kamu tentang fungsi-fungsi wordpress dan PHP.

Sebagai catatan WordPress itu layaknya sebuah framework yang memiliki banyak kelas dan fungsi-fungsi tertentu untuk memudahkan pengembangan plug-in ataupun template. Kita hanya perlu menggunakan fungsi dan kelas tersebut untuk membangun plug in. Sehingga bisa dikatakan pengembangan suatu program dengan menggunakan WordPress bisa jadi jauh lebih menyenangkan dan cepat dibandingkan dengan membuat program dari awal.

Yang paling penting adalah kita harus mengikuti kaidah yang sudah ditentukan oleh WordPress Developer. Kaidah nya adalah standar coding dan penulisan nama fungsi yang kamu buat

Oke langsung saja kita akan mempraktekkan Bagaimana membuat plug-ins. Artikel ini akan saya bagi ke dalam beberapa bagian, nanti anda bisa mengikuti kelanjutan dari artikel ini pada postingan berikutnya. Pada artikel ini kita hanya akan membahas Bagaimana membuat plug in yang paling dasar

Siapkan text editor pilihanmu, kalau saya menggunakan notepad++. Ini adalah text editor favorit saya, kamu bisa menggunakan text editor apapun.

Kemudian tulis perintah seperti ini.

<?php
/**
* Plugin Name: Nama Plug-in kamu
* Plugin URI: http://blog.freshwebdev.com/plugin-name
* Description: Deskripsi singkat ttg plugin mu
* Version: 0.01
* Author: Bimo Hery Prabowo
* Author URI: http://blog.freshwebdev.com/
* License: GPL12
*/

Kemudian simpan file tersebut dengan nama index.php. Simpan file index.php ke dalam folder /wp-content/plugins/mypluginfolder

Sebagai catatan Anda harus membuat folder untuk plug-in tersebut. Jadi setiap plugin harus memiliki folder tersendiri. Dalam contoh ini saya membuat folder mypluginfolder. Saya akan menaruh semua file yang dibutuhkan plug in ke dalam folder tersebut termasuk index.php

Setelah itu Anda bisa mengaktifkan plug in melalui WordPress dashboard layaknya Anda menginstal plug-ins seperti biasa. Selamat Anda sudah bisa membuat login sederhana, sekarang tinggal menambahkan beberapa fungsi sesuai dengan kebutuhan kamu.

Contoh sederhananya adalah kita akan menambahkan sebuah teks atau string setelah artikel. Caranya dengan menggunakan baris perintah atau kode dibawah ini

function my_plugin_add_content( $content ) {
$custom_content = ‘Tambahan text disini’;
$custom_content .= $content;
return $custom_content;
}
add_filter( ‘the_content’, ‘my_plugin_add_content’ );

Kemudian simpan, dan lihat hasilnya Apakah ada tambahan teks setelah artikel kamu.

Artikel tentang cara membuat plug in untuk Newbie saya akhir kan sampai disini, artikel selanjutnya saya akan membuat bagaimana menambahkan menu untuk plug in kamu pada WordPress dashboard.

Sumber : https://blog.freshwebdev.com/part-1-membuat-wordpress-plugin-dengan-mudah-dan-sederhana.html

Tinggalkan komentar